Kamis, 29 November 2012

Bahagia itu sederhana

Leave a Comment
Happiness is always around if you have faith and effort to find it..... Enjoy the little thing... 
Belakangan ini makin sering saja saya menemukan kalimat ini dituliskan teman2 di berbagai jejaring sosial semacam twitter dan facebook. Entah ini berawal karena latah atau orang2 yang lagi gandrung dengan acara2 motivasi sehingga terinspirasi menulis kalimat itu. Saya pun tergelitik untuk berpikir apa sih sebenernya definisi kebahagiaan itu sendiri. Jika menelisik lebih dalam dan tajam, setajam silet, kebahagiaan sendiri adalah perasaan/emosi yang dihasilkan dari reaksi kimia dalam tubuh seseorang sehingga neuron2 syarafnya mengirimkan sinyal tertentu ke otak yang pada akhirnya menghasilkan perasaan bahagia. 

Tsaaaaaaah rumit amat, intinya kebahagiaan adalah perasaan yang timbul ketika kita menjumpai/mengalami hal-hal yang kita sukai dan kita anggap menyenangkan. Lalu dari mana kata “bahagia itu sederhana” bisa muncul dan membumi???. Saya punya hipotesa (maaf yang nulis ini masih terkena post skripsi syndrome^^) bahwa frase “bahagia itu sederhana” muncul karena pergeseran definisi kebahagiaan di masyarakat. Dulu kebahagiaan yang menjadi mainstream dan tren di khalayak ramai adalah kebahagiaan yang standarnya tinggi dan muluk2 seperti bahagia itu kalau punya banyak uang, rumah mewah, kendaraan top, jabatan tinggi, atau istri cantik, dsb.... (ini mah sinetron banget). Mungkin orang mulai jengah dengan definisi semacam itu, hingga mereka pun mulai beralih ke definisi bahagia yang lebih down to earth #halah. Karena itulah frase “bahagia itu sederhana” lahir.

Lantas kondisi apa yang menyebabkan orang merujuk dan tergelitik untuk menulis kata ini. Usut punya usut dari survei jejaring media sosial yang saya lakukan, kondisi ini merujuk pada hal-hal kecil yang mereka anggap mendatangkan kebahagiaan. Nggak perlu harus ngelewatin suatu pencapaian yang bikin kita bilang WOW sambil koprol guling2, hal2 yang mereka anggap sebagai kebahagiaan kini adalah hal-hal sederhana yang terkadang sering kita lewatkan dalam keseharian. Unik kan, contohnya nih, minum kopi di sore hari sambil bercengkerama bersama keluarga, bermain dengan hewan kesayangan, hangout biasa bareng temen/sahabat, bisa nonton drama korea tanpa terganggu atau hal2 lain yang bisa dibayangkan dengan mudah. 

Saya pun jadi berpikir memang sejatinya sumber kebahagiaan itu tidak harus ditemukan jauh-jauh dari kehidupan kita sendiri atau bahkan harus berkaca dari kebahagiaan orang lain. Justru terkadang hal ini dapat membuat kita terlalu ngoyo untuk mencapainya yang malah bikin kita tidak bahagia. The point is pandai-pandailah mencari kebahagiaan dari rutinitas sehari-hari yang kita jalani. Walaupun terkadang kecil, hargailah itu. Inilah yang mungkin membuat kita dapat lebih bersyukur atas setiap hela nafas yang diberikan Sang Pencipta dan menghargai kehidupan ini.

0 comments:

Posting Komentar