Selasa, 07 Maret 2017

Review Tenda Hewolf Turtleback Series, Adopsi Bentuk Alam untuk Perlindungan Maksimal

Leave a Comment

Alam terkembang jadi guru. Rasanya pepatah Minang tersebut sangat pas untuk mengawali tulisan saya ini. Bagi masyarakat nusantara, kedekatan dengan alam telah melahirkan berbagai desain karya yang unik.
Taruhlah contoh berbagai rumah adat di nusantara yang bentuk atap dan bangunannya menyesuaikan dengan kondisi alam di sekitarnya. Alam memang tidak pernah habis menjadi sumber inspirasi desain bagi manusia untuk menciptakan produk-produk bermanfaat. Jika sobat punya pakaian beresleting, tahukah bahwa konon resleting mengadopsi bentuk tumbuhan pemakan serangga. Begitupun dengan helikopter yang baling-baling terbangnya mengadopsi cara capung terbang.

Tampil beda
Ternyata, desain yang mengadopsi purwapura alam ini juga dapat kita temukan di produk tenda outdoor. Seperti sering saya sebutkan, tenda atau shelter adalah peralatan esensial yang wajib dibawa para petualang yang menginap di alam bebas. Jika bentuk tenda biasanya merujuk pada desain dome, nampaknya brand Hewolf mencoba tampil beda dengan desain unik dari alam. Sebelumnya, Hewolf juga sempat merilis tenda yang desain frame-nya mengadopsi bentuk menyilang rapat mirip seperti bentuk tulang ikan yang saling bersilangan. Kini Hewolf kembali menghadirkan produk tenda premium, Hewolf Turtleback Series yang juga mengikuti konsep desain pendahulunya. Dari nama produknya saja, sobat pembaca sudah bisa menebak kira-kira pada maha karya alam apakah desain tenda ini merujuk. 

Spesifikasi 

Serba alumunium
Nama Brand = Hewolf Outdoor 
Asal negara = Tiongkok
Tipe = Tenda outdoor empat musim 2-3 orang
Material flysheet = 210T polyester PU 5.000mm
Material alas = 210D nylon oxford PU 6.000mm
Frame/Poles = 8.5mm Hewolf magnetic lightweight alumunium poles
Dimension = 215x135x110 cm (p*l*t) Weight = 2,88 kg
Lebar Vestibules = 60cm x 2
Accesories tambahan = pasak alumunium alloy 18 buah, tali guyline

Desain dan Bentuk

Hewolf Turtleback Series

Double door
Tenda Hewolf Turtleback Series berusaha tampil beda dengan mengadopsi bentuk yang unik. Jika lazimnya bentuk tenda merujuk pada desain dome (kubah), geodesic, ataupun semi-geodesic, saya agak kebingungan menentukan ke mana bentuk tenda ini dapat dikategorikan. Yang jelas, ketika melihat rangkanya berdiri, saya jadi terbayang dengan bentuk tempurung kura-kura yang kokoh dan solid. Ya, Hewolf Turtleback memang dibekali dengan magnetic frame standing berdiameter 8.5mm. Frame ini berperan penting dalam menentukan bentuk tenda. Terdapat tiga ruas frame yang sejajar satu sama lain. Tugas dari tiga frame ini adalah menopang atap tenda yang lebar. Saya cukup heran dengan pakem desain ini karena biasanya tenda hanya memiliki satu ruas frame yang berfungsi menyangga atap. Lah ini kok sampai tiga, hehe. Apa nggak berlebihan. Rupanya setelah tenda didirikan barulah kita dapat merasakan fungsi dari tiga ruas frame tersebut.

Rangka frame Hewolf dengan atap ruas tiga
Selain menopang atap, frame juga membentuk karakter tenda yang mirip dengan tempurung kura-kura. Frame ini memberi jarak yang lebar antara flysheet dengan lapisan inner. Air yang jatuh di atap akan segera mengalir dengan baik di sisi-sisi luar tenda sehingga tidak menimbulkan kondensasi di inner tenda. Kondensasi akibat air embun tentunya sangat tidak diharapkan di tengah suasana badai gunung yang menusuk tulang.


Selain itu, frame juga melindungi dengan baik tenda dari gempuran angin/badai gunung yang terkenal ganas dan tanpa ampun. Para penghuni tenda pun dapat dengan nyaman dan aman tidur di dalam tenda walau di tengah badai. Terlebih dibekalinya frame aluminium berdiameter cukup besar, 8.5mm membuat performa tenda ini semakin meyakinkan. Tinggi interior tenda berkisar 110 cm, masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai aktifitas di dalam tenda. Apalagi Hewolf sengaja memberikan space lebar di dalam tenda sebagai imbas dari desain rangka atap ruas tiga yang lega.

Interiornya lega
Sisi plus lain dari desain tenda ini adalah adanya dua teras yang cukup lebar (60cm) di kedua pintu tenda. Nampaknya desainer sengaja menyediakan dua space teras ini untuk memberi kenyamanan tambahan bagi pengguna. Seperti diketahui, banyaknya peralatan pendakian yang dibawa seringkali tidak semuanya terakomodasi di dalam tenda. Kalaupun tetap masuk, space kita untuk berbaring tentunya akan berkurang sehingga mengurangi kenyamanan beristirahat. Dengan adanya kompartemen ini, barang-barang penting yang rawan basah tetap terakomodasi di dalam tenda tanpa harus mengurangi space istirahat kita. Adanya teras yang lebar juga memungkinkan kita dapat memasak makanan di bagian dalam tenda meski di tengah hujan deras atau badai sekalipun.

Waktu mendirikan tenda


Seperti tenda-tenda modern pada umumnya, tidak terlalu sulit untuk merangkai dan mendirikan tenda ini. Saya sendiri butuh waktu sekitar 10-15 menit untuk memasang semua komponen tenda hingga tegak berdiri. Pendirian tenda semakin terasa nyaman dengan adanya fitur magnetic yang disematkan pada frame tenda. Frame seperti mudah sekali tersambung tanpa perlu bersusah payah layaknya dua kutub magnet yang tarik menarik. Untuk mempercepat pendirian tenda, kerjasama tim sangat berperan penting. Dibutuhkan sedikit kesabaran agar proses merangkai frame ke dalam inner tenda dapat berjalan mulus.

Kapasitas


Menurut spesifikasi resmi, tenda ini dapat digunakan oleh 2 orang pendaki dengan tetap memasukkan barang bawaaan ke dalam tenda. Jika tanpa barang bawaan, mungkin tenda masih muat diisi oleh tiga orang. Packing yang ringkas dan tidak terlalu memakan tempat jika dimasukkan ke dalam carrier menjadi satu keunggulan tenda ini. Jika dipacking dengan rapi, tenda ini dapat dipacking dengan ukuran sekitar 50x15 cm. Lebih nyaman lagi apabila pendakian dilakukan oleh beberapa orang. Bagian-bagian tenda, seperti flysheet, inner, dan frame dapat dipisah-pisah dan dibagikan ke anggota tim sehingga berat tenda dapat terdistribusi secara merata.

Ketahanan terhadap cuaca


Seperti telah saya singgung sebelumnya, desain tenda yang mengadopsi bentuk dari alam menjadi poin keunggulan tersendiri untuk bertahan dari cuaca gunung yang ekstrem. Kombinasi antara rangka frame yang tebal dengan ketebalan flysheet maupun alas yang di atas rata-rata juga semakin menambah performa tenda ini. Apalagi dengan tambahan fitur four seasonnya. Untuk cuaca pegunungan Indonesia, tenda three seasons sebenarnya sudah cukup mumpuni. Namun tidak mengapa menggunakan tenda berspesifikasi empat musim, khususnya menambah segi ketahanan dari air hujan dan cuaca dingin.

Hewolf menawarkan spesifikasi material flysheet 210T waterproof coating plaid dengan ketahanan PU hingga 5.000mm. Spek tersebut sudah sangat bagus untuk menahan cuaca hujan deras di gunung-gunung Indonesia. Jahitan tenda juga terkesan rapi dan dilapisi dengan seal tahan air di bagian dalamnya. Selain itu, alas tenda dengan spesifikasi 210D nylon oxford juga memiliki ketahanan PU yang tinggi yakni 6.000mm, khas tenda-tenda empat musim. Material alas terbuat dari bahan nylon plaid yang lebih tahan rembes dan lebih ringan dibanding material terpal. Dengan spesifikasi tersebut, saya rasa tenda ini sudah sangat dapat diandalkan.

Untuk mencegah kondensasi, saran saya sebaiknya perlu mencermati cara memasang tenda yang benar. Setelah tenda berdiri sempurna, pancangkanlah tali guyline di berbagai sisi-sisi tenda. Pastikan tali tersebut terpancang dengan kencang ke dalam pasak yang tertancap di tanah. Pasang semua pasak yang ada, jumlahnya cukup banyak hingga 18 buah pcs. Jangan lupa, pilihlah lokasi pendirian tenda yang datar dan relatif terlindung dari hembusan angin secara langsung. Jika masih khawatir dengan rembesan air di bawah tenda, kita dapat memasang aksesoris seperti footprint atau alas tenda terlebih dahulu sebagai pelapis tambahan.

Verdict=Kesimpulan

Dari segi harga dan performa, saya optimis tenda ini dapat direkomendasikan kepada para pecinta kegiatan outdoor. Memang jika Anda termasuk pecinta ultralight hiking garis keras akan sedikit mempertimbangkan berat tenda yang mencapai 2,88 kg. Namun ini merupakan konsekuensi logis dari peningkatan performa tenda dalam menghadapi cuaca ekstrem di gunung (ingat frame 8.5mm yang lebih tebal dan flysheet serta alas yang lebih tinggi spesifikasinya). Bobot tenda yang terlalu ringan juga berimbas pada menurunnya performa ketahanan tenda. Meski termasuk tenda entry level di deretan tenda premium, namun kualitas yang ditawarkan juga sangat sesuai dan tidak mengecewakan. Terlebih dari segi bentuk dan desain yang terkesan unik sehingga membuat kita tampil beda di antara deretan tenda lainnya.

0 comments:

Posting Komentar